Tampilkan postingan dengan label sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sains. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Mei 2011

NASA Buktikan Teori Relativitas Einstein

Alat pengukur gravitasi milik Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA, berhasil membuktikan dua asumsi kunci yang dicetuskan Albert Einstein dalam teori relativitas. Teori ini dicetuskan oleh Einstein pada 52 tahun yang lalu.

Misi The Gravity Probe-B (GP-B) diluncurkan pada tahun 2004 untuk mempelajari dua asumsi Einstein. Pertama, mengenai efek geodesi, atau adanya lengkungan ruang dan waktu di sekitar gravitasi. Kedua, asumsi mengenai frame-dragging, yang menjelaskan jumlah struktur ruang-waktu yang terpilin akibat rotasi suatu massa.

"Bayangkan bumi seakan-akan terbenam di benda seperti madu," kata Francis Everitt, peneliti Stanford University yang juga peneliti utama GP-B. "Ketika bumi berotasi, madu di sekitarnya akan membentuk pusaran yang mengikuti (swirl), begitu pula dengan ruang dan waktu," demikian analogi Everitt.

Gravity Probe-B menggunakan empat gyroscope (pengukur orientasi) dengan tingkat ketepatan ultra tinggi untuk mengukur dua hipotesa gravitasi ini. Alat ini kemudian mengkonfirmasi kedua efek gravitasi dengan mengarahkan alat ini ke bintang yang disebut IM Pegasi, untuk menciptakan presisi yang netral.

Jika gravitasi tidak berdampak terhadap ruang dan waktu, maka gyroscope GP-B akan menunjuk ke arah yang sama saat probe itu berada di kutub orbit sekitar bumi. Bagaimana pun, gyroscopes memiliki perubahan kecil tapi terukur terhadap arah putaran daya tarik bumi.

"Hasil misi ini akan memiliki dampak jangka panjang terhadap teori yang dimiliki ahli fisika," kata Bill Danchi, ahli antrofisika dan pengamat di Markas Nasa di Washington.

"Setiap teori yang meragukan teori Einstein dalam hal relativitas umum akan mencoba untuk mencari hasil pengukuran yang tepat dari yang telah dilakukan GP-B," lanjut Danchi.

Hasil ini menjadi proyek terpanjang yang dilakukan NASA, yang telah terlibat dalam penelitian gyroscope untuk relativitas sejak 1963.

Penelitian dan percobaan yang dilakukan selama berpuluh tahun ini telah merintis teknologi untuk mengendalikan gangguan yang bisa mempengaruhi pesawat ulang-alik, seperti daya tarik aerodinamis, medan magnet, dan variasi hawa panas. Lebih jauh, misi pelacak bintang dan gyroscope NASA merupakan alat dengan presisi tertinggi yang pernah didesain dan diproduksi.

sumber : vivanews.com

Senin, 02 Mei 2011

Partikel Tuhan Ditemukan?

Memo bocoran yang beredar di internet membuat para ilmuwan optimistis mengenai keberadaan partikel Tuhan. Selama bertahun-tahun, ilmuwan terus mencari partikel ini.

Para ilmuwan European Organization for Nuclear Research (CERN) mengkonfirmasi keaslian memo ini. Namun, mereka mengaku terlalu menyimpulkan keberadaan partikel Tuhan atau juga biasa disebut Higgs Boson ini.

Meski partikel subatom ini masih belum dikonfirmasi, beberapa ilmuwan yakin partikel ini bertanggung jawab atas massa semua partikel lain di dunia. Memo bocoran ini diyakini sebagai catatan internal dari Jenewa, Swiss, tempat para ilmuwan mengerjakan proyek Large Hadron Collider (LHC).

Proyek ini melibatkan partikel yang bertabrakan dengan kecepatan sangat tinggi agar partikel penyusunnya bisa diteliti. Terdapat beberapa teori fisika mengenai keberadaan beberapa partikel. Namun dalam kenyataannya partikel itu belum terbukti.

Para ilmuwan berharap bisa membuktikan keberadaan partikel-partikel tersebut melalui LHC. Catatan bocor yang diunggah di blog Peter Woit dari Columbia University ini menunjukkan, para ilmuwan bisa menemukan Higgs Boson yang sukar dipahami itu.

Namun, ilmuwan lain di CERN mengatakan, catatan itu hanyalah ekspresi pendapat ilmuwan penulisnya.

sumber : teknologi.inilah.com

Sabtu, 23 April 2011

Danau Es Ditemukan di Mars

Badan Antariksa AS, NASA, baru-baru ini menemukan sebuah danau es yang mengering di bawah tanah planet Mars. Danau es tersebut mengandung karbon dioksida lebih besar daripada yang diperkirakan ilmuwan sebelumnya.

Material karbon dioksida yang tersisa itu diduga oleh ilmuwan berasal dari bekas lapisan atmosfer Mars di masa lampau saat planet Merah itu memiliki kondisi yang kondusif untuk kehidupan.

"Ini benar-benar harta karun," kata Jeffrey Plaut, seorang ilmuwan yang bekerja di NASA Jet Propulsion Laboratory, dalam laporannya yang muncul di jurnal Science, seperti dikutip Pravda.ru, Sabtu 23 April 2011.

"Kami menemukan sesuatu di bawah tanah yang tidak pernah disadari oleh siapapun sebelumnya," tandas Plaut.

Temuan ini ditangkap pertama kali oleh radar observasi milik NASA, Mars Reconnaissance Orbiter, yang melayang di atas permukaan Mars. Radar antariksa ini merupakan radar yang diciptakan khusus untuk mencari tahu petunjuk tanda-tanda kehidupan di Mars.


Danau es itu berukuran 3.000 kilometer kubik, atau setara volume Danau Superior. Ia menampung karbon dioksida sangat besar, hingga dua kali massa atmosfer Mars. Jika dibandingkan dengan Bumi, atmosfer Mars memiliki tekanan permukaan kurang dari 1 persen. Dan, sekitar 95 persen udara di Mars adalah karbon dioksida, dibandingkan Bumi hanya memiliki 0,04 persen CO2.

"Kami sudah tahu bahwa ada karbon dioksida di atas sisa es kecil di permukaan Mars. Tapi, yang satu ini volumenya 30 kali lipat lebih banyak ketimbang perkiraan sebelumnya," ujar Roger Philips, ilmuwan lain yang berasal dari Southwest Research Institute di Colorado dan juga menjabat sebagai wakil ketua tim untuk radar Mars Reconnaissance Orbiter.

sumber : teknologi.vivanews.com

Jumat, 22 April 2011

Otak Menyusut, Manusia Tetap Lebih Pintar

Otak manusia mengalami penyusutan 30 ribu tahun terakhir. Penyusutan ini dianggap memberikan sisi positif, yakni membuat manusia lebih pintar.

Para peneliti yakin penyusutan otak manusia membuat manusia lebih pintar. Pasalnya, evolusi otak itu membuat gerak otak makin ringan dan efisien. Peneliti yakin rata-rata ukuran otak manusia modern (homo sapiens) menyusut 10%, dari 1.500 menjadi 1.359 centimeter kubik sepanjang 30 ribu tahun itu.

Kini, ukuran otak manusia hampir sama dengan bola tenis. Seperti dikutip Straits Times, otak wanita memiliki kadar penyusutan sama. Namun, sejak awal rata-rata ukuran otak wanita memang lebih kecil dibanding pria.

Pengukuran ini menggunakan contoh tengkorak kepala yang ditemukan di Eropa, Timur Tengah dan Asia. “Saya menyebut penyusutan besar ini dalam waktu cepat,” kata John Hawks dari University of Michigan.

Namun, antropolog menegaskan penyusutan otak merupakan hal yang tak terlalu mengejutkan. Pasalnya, semakin kuat dan besar, maka makin besar tenaga pengendali yang dibutuhkan otak. Manusia Neanderthal yang hilang 30 ribu tahun silam itu diyakini memiliki otak lebih masif dan besar.

Sedangkan manusia Cro-Magnon atau lebih dikenal sebagai Homo Sapiens memiliki otak yang cukup besar. Tak heran, mereka lebih kuat dibanding keturunan lainnya. Profesor psikologi University of Missouri David Geary mengatakan, penyusutan ini merupakan salah satu cara bertahan di lingkungan yang ada.

sumber : teknologi.inilah.com

Senin, 18 April 2011

Zat Kimia Otak Penyebab Gay

Tak ada yang mengetahui pasti pendorong preferensi seksual seseorang. Namun, berdasar ujicoba terbaru ilmuwan China, ditemukan zat otak pendorong orang menjadi gay.

Serotonin diketahui mampu mempengaruhi perilaku seksual seperti ereksi, ejakulasi dan orgasme pada tikus dan manusia. Senyawa ini biasanya juga mengurangi aktivitas seksual seseorang.

Ujicoba ahli saraf Yi Rao dari Peking University dan National Institute of Biological Science di Beijing menunjukkan, serotonin ternyata juga mempengaruhi keputusan pria untuk ‘menggoda’ wanita atau pria.

Rao dan tim melakukan uji melalui pengurangan neuron penghasil serotonin atau protein penting penghasil serotonin dalam otak. Tak seperti tikus jantan lain, tikus yang kekurangan serotonin tak memiliki hasrat seksual terhadap tikus betina.

Sebaliknya, tikus itu malah tertarik pada tikus jantan serta lebih sering menyanyikan lagu cinta ultrasonik. Biasanya, tikus jantan menyanyikan lagu ini untuk menggoda tikus betina agar bisa melakukan seks.

Ketika tim menyuntik zat netralisir pada tikus yang kekurangan serotonin, tikus kembali berhasrat pada tikus betina. Meski begitu, kadar serotonin berlebih justru mengurangi aktivitas seksual tikus, baik pada jantan maupun betina.

Artinya, serotonin dalam otak harus dijaga dalam kadar tertentu guna memastikan seseorang tetap berlaku layaknya heteroseksual.

Menyikapi temuan ini, ilmuwan Florida State University Elaine Hull mengklaim, studi ini bisa mempengaruhi perilaku homoseksual atau biseksual manusia.

Sebelum menyimpulkan serotonin sebagai faktor perilaku homoseksual, Hull memperingatkan, ilmuwan butuh lebih banyak informasi letak persisnya area otak terkait potensi pengembangan serotonin tersebut.

sumber : teknologi.sains.com

Minggu, 17 April 2011

Ilmuwan Berhasil Petakan Otak Manusia

Setelah empat tahun melakukan riset, ilmuwan Allen Institute of the Brain Science berhasil membuat peta otak manusia. Peta otak manusia pertama kali di dunia itu dipublikasikan Jumat (15/4/2011) dan bisa diakses di http://www.brain-map.org/.

Peta otak manusia itu bisa membantu ilmuwan memahami cara otak manusia bekerja. Dengan demikian, ilmuwan bisa menguraikan sebab beberapa penyakit dan mengupayakan perawatan yang sesuai.

CEO Allen Institute of the Brain Science Alan Jones mengungkapkan, peta dibuat lewat analisis menggunakan teknik Magnetic Resonance Imaging (MRI) dan variasi lainnya yang disebut Diffusion Tensor Imaging.

Otak juga dibagi menjadi bagian-bagian kecil kemudian asam ribonekleatnya (RNA) diekstrak. RNA dipakai untuk menghasilkan bacaan dari fungsi 25.000 gen yang terdapat pada genome manusia.

Dengan peta ini, pencarian seribu lokasi anatomi otak bisa dilakukan. Peta juga didukung dengan 100 juta poin data yang mengindikasikan ekspresi gen dan biokimia di setiap lokasi.

sumber :sains.kompas.com

Senin, 11 April 2011

Peneliti Jepang Berhasil Membuat Retina

Peneliti dari Jepang berhasil membuat retina dari sel induk embrio tikus. Menurut para peneliti di RIKEN Center for Developmental Biology, Kobe, Jepang, retina merupakan jaringan biologis terumit yang pernah mereka buat.

Jaringan yang dikembangkan tidak sekadar retina, tetapi lengkap dengan cawan optik, organ dua lapis yang terdiri dari retina dan lapisan luar sel berpigmen yang menyediakan nutrisi dan menyokong retina serta sel yang sensitif terhadap cahaya. Sel yang terakhir disebut mengirimkan informasi ke otak.
Pada saat pembuatan, ilmuwan sel induk embrio dalam campuran nutrisi dan protein. Sel itu berkembang menjadi sel retina. Awalnya, sel hanya berkembang menjadi rangkaian sel awal retina, tetapi kemudian perlahan berkembang menjadi cawan optik lengkap. Hal tersebut terjadi pada perkembangan embrio secara natural.

Ilmuwan masih belum dapat memastikan apakah retina buatan ini dapat mengirimkan informasi yang benar ke otak tikus. "Hal inilah yang akan kami teliti selanjutnya," kata peneliti. Jika tak ada masalah, ilmuwan akan beralih ke pembuatan retina manusia dari sel induk dari manusia pula.

Apabila uji coba pada manusia berhasil, artinya tersedia retina yang aman untuk ditransplantasi ke manusia. "Penyembuhan bagi banyak jenis kebutaan," ilmuwan menjelaskan. Meski demikian, masih butuh waktu beberapa tahun.

sumber : sains.kompas.com

Sabtu, 09 April 2011

Fosil Serangga Tertua Ditemukan Utuh

Sebuah fosil serangga dengan badan yang masih lengkap berhasil ditemukan. Umur fosil diperkirakan 300 juta tahun atau merupakan fosil serangga tertua di dunia.

Penemuan fosil tersebut mengejutkan karena ditemukan tahun 2008 di belakang pusat perbelanjaan di North Attleboro, Massachusetts, Amerika Serikat.

"Seperti menang lotere," kata pemimpin studi, Richard J Knecht, murid geologi dari Tufts University, saat ia mengetahui temuan yang dianggap jarang ini.

Serangga yang ditemukan itu berukuran 7,6 sentimeter diduga terjebak dalam lumpur cukup lama. Kakinya seolah digerakkan untuk bersiap-siap terbang. Demikian dijelaskan Knecht pada 2008.

Tubuh serangga terbang biasanya tidak awet karena sifat mereka yang lembut dan rapuh. Ilmuwan biasanya hanya menemukan sisa-sisa sayap yang tidak mudah dicerna oleh predator.

sumber: sains.kompas.com

Jumat, 08 April 2011

Katun Anti-Air Sekaligus Anti-UV

Bahan tekstil yang dikembangkan para peneliti di China tak basah diguyur air sekaligus bisa melindungi penggunanya dari sinar ultraviolet (UV). Pada masa mendatang, bahan tersebut bisa digunakan untuk membuat baju anti-air dan anti-UV.

Menggunakan nanorod seng oksida, peneliti dari Northeast Normal University di China yang dipimpin Lingling Wang membuat lapisan untuk tekstil yang bahannya meniru sifat alami daun teratai yang menolak air. Selain itu, lapisan ini juga bisa mengeblok sinar ultraviolet untuk melindungi kulit penggunanya.
Seng oksida sebetulnya bereaksi terhadap sinar matahari sehingga memengaruhi sifat anti-air yang dimiliki nanorod. Untuk mengatasi hal itu, para peneliti membungkus nanorod dengan lapisan silika dan dikombinasi dengan serat katun alami.

Para peneliti yakin kalau teknologi ini dapat digunakan dalam produksi katun untuk tekstil. Hasilnya adalah kain yang kuat, multifungsi, anti-air, dan anti-sinar matahari.

sumber :kompas

Senin, 04 April 2011

Peneliti Kembangkan ASI dari Sapi

Professor Ning Li, peneliti dari State Key Laboratories for Agrobiotechnology di China Agricultural University, sedang mengembangkan ASI dari susu sapi. Ia melakukannya lewat proses kloning dan rekayasa genetika sapi perah.

Pengembangan ini dilakukan untuk menyediakan alternatif air susu ibu dan susu formula. ASI diketahui memiliki kelebihan karena mengandung zat yang mampu melawan infeksi yang meningkatkan kekebalan tubuh.
Sejumlah gen manusia akan disisipkan pada DNA sapi perah holstein. Kemudian, embrio yang telah direkayasa genetik akan ditanamkan pada sapi wali. Embrio akan berkembang menjadi sapi yang berkemampuan memproduksi air susu setara ASI.

Ning Li mengklaim bahwa dengan proses tersebut, sapi perah bisa menghasilkan susu sapi dengan kandungan nutrisi setara ASI. Kandungan lemak dalam susu sapi, misalnya, berhasil ditingkatkan sebanyak 20 persen.

Beberapa nutrisi penting yang juga terdapat dalam susu sapi setelah proses tersebut adalah lisosim, senyawa antimikrobia yang secara alami terdapat dalam ASI serta lactoferrin dan alpha lactalbumin yang menunjang kekebalan tubuh.

Ning Li mengatakan, rasa ASI sapi ini sedikit berbeda dengan ASI asli. "Rasa susu ini lebih menyengat dari susu normalnya," katanya. Ia juga mengklaim bahwa ASI yang dihasilkan oleh sapi tersebut aman untuk dikonsumsi.

"Kami berencana untuk mengomersialisasikan riset dalam bidang ini selama tiga tahun. Tentang ASI sapi, 10 tahun atau lebih mungkin dibutuhkan untuk bisa menghidangkan susu ini ke gelas konsumen," kata Ning Li.

sumber : sains.kompas.com

Dua Spesies Baru Ikan Pari dari Amazon

Para biolog berhasil menemukan 2 spesies ikan pari air tawar baru dari hutan Amazon. Kedua pari tersebut secara informal disebut sebagai pari panekuk karena penampakannya yang mirip panekuk namun berukuran raksasa.

Kedua spesies tersebut berukuran cukup besar, dinamai Heliotrygon gomesi dan Heliotrygon rosai. Spesimen Heliotrygon gomesi ditemukan di wilayah hutan hujan tropis dekat Iquitos, Peru.
Famili ikan jenis tersebut, terdiri dari ikan pari air tawar di wilayah tropis yang disebut New World, memang dikenal berukuran cukup besar. Ikan pari air tawar ada yang bisa mencapai ukuran diameter 1,5 meter saat dewasa.

Penemuan itu dipublikasikan di jurnal Zootaxa edisi 24 Februari 2011. Peneliti sangat terkesan dengan hasil penelitian tersebut. Penemuan ini membuktikan bahwa hutan Amazon belum sepenuhnya tereksplorasi dan terdokumentasi.

Nathan Lovejoy dari Universitas Toronto mengatakan, "Hal terpenting yang diberitahukan penelitian ini adalah masih adanya ikan-ikan besar lain di Amazon yang belum ditemukan dan dideskripsikan."

Selain unik karena bentuknya yang mirip pancake, ikan pari ini juga berbeda karena ukurannya yang relatif besar, memiliki celah pada bagian perutnya dan struktur seperti duri di ekornya.

sumber : sains.kompas.com

Minggu, 03 April 2011

Romeo untuk si Lanjut Usia

Aldebaran Robotics, perusahaan robotik asal Perancis, telah sukses mengembangkan robot humanoid Nao yang menggantikan Aibo produksi Sony sebagai platform untuk Robocup.

Tahun ini, mereka berencana untuk meluncurkan robot humanoid terbarunya yang diberi nama Romeo.
Technical Director Aldebaran Robotics Asia Pacific Alban Nanty mengatakan, "Romeo dirancang untuk membantu para orang tua. Ia bisa mengambilkan makanan, membukakan pintu rumah, membuang sampah, berakting layaknya sahabat bagi orang tua dan menghiburnya."

Berbeda dengan Nao yang merupakan robot mini, Romeo berukuran 1,4 meter, hampir setara dengan tinggi manusia rata-rata. Robot seberat 40 kilogram ini dikembangkan sejak awal 2009 lalu, melibatkan 13 partner dengan dana mencapai 10 juta euro berasal dari pemerintah Perancis dan swasta.

Pada robot ini, Aldebaran akan mengenalkan beberapa fitur baru robot, termasuk robot yang memiliki 4 ruas tualng belakang, anggota badan yang lebih soft, eksoskeleton kaki serta aktuaror jenis baru yang memungkinkan robot mengontrol anggota geraknya dengan cara yang lebih aman.

Dalam proyek Romeo, Aldebaran berupaya mengembangkan robot dengan kemampuan komunikasi yang lebih baik. Bruno Maissonier, pendiri dan CEO Aldebaran mengatakan, "Kami ingin orang bisa berbicara dengan Romeo menggunakan bahasa dan gesture yang sangat natural."

Romeo nantinya akan memiliki derajat kebebasan 37,2 DOF (degree of freedom atau derajat kebebasan) untuk setiap mata, 1 DOF untuk tiap kaki dan 3 DOF untuk tulang belakang. Aktuator yang disebut backdrivable mechanism akan memperkuat sendi robot sehingga memastikan tangan dan kaki robot bergerak lebih stabil.

Robot ini nantinya akan dijual dengan kisaran harga 250.000 euro. Untuk tahap pertama, robot akan akan diberikan pada partner pengembang dan peneliti. Tipe yang telah dikembangkan akan ditawarkan ke rumah sakit dan panti, sebelum akhirnya ke individu.

Nanty yang ditemui beberapa waktu lalu di Jakarta mengatakan, "Pasar robot ini sebenarnya cukup banyak, terutama di Jepang. Populasi orang tua di sana banyak sementara yang muda sedikit. Dengan robot ini, mungkin tak perlu anak, istri atau cucu lagi," tukasnya.

sumber : sains.kompas.com

Plastik Ramah Lingkungan dari Bulu Ayam

Plastik membuat masalah karena bahannya yang sangat sulit diuraikan oleh alam. Selain itu, plastik juga bermasalah sebab dua jenis paling banyak digunakan saat ini, thermoplastik dan thermosetting, bahan bakunya sama-sama diperoleh dari minyak dan gas alam yang bukan sumber terbarukan.

Berupaya menyelesaikan masalah dengan sumber daya yang ada, Yiqi Yang, ahli biomaterial dan biofiber dari Institute of Agriculture & Natural Resources University of Nebraska-Lincoln, AS, mengembangkan plastik berbahan baku bulu ayam. Bulu ayam dinilai berpotensi untuk dikembangkan menjadi plastik sebab memiliki keratin, sejenis protein yang juga terdapat pada rambut manusia.

Selain itu, bulu ayam potensial karena tingginya konsumsi ayam dunia, sampah bulu ayam pun jadi masalah. Setiap tahunnya, milyaran kilogram bulu ayam (di Amerika Serikat saja) terbuang menjadi sampah tak berguna.

Sifat bulu ayam mengungguli bahan lain seperti pati tumbuhan. Yiqi Yang memroses bulu ayam dengan methyl acrylate, bahan kimia yang ditemukan pada produk pewarna kuku. Bahan kimia itu akan membantu polimerisasi, berperan dalam proses pembentukan film plastik yang disebut "feather-g-poly (methyl acrylate)".

Setelah diproses, terbukti bahwa plastik yang dihasilkan bulu ayam tak kalah berkualitas dibanding plastik yang ada selama ini. Plastik ini juga plastik bulu ayam pertama yang anti air dan lebih kuat dibandingkan plastik dari pati tumbuhan.

Yang memaparkan hasil penelitiannya 28 Maret 2011 lalu dalam National Meeting & Exposition of the American Chemical Society ke 24 yang diselenggarakan di Anaheim, California selama sepekan. Dalam ajang tersebut, Yang mengungkapkan bahwa salah satu tujuan penelitiannya adalah meciptakan plastik dari bahan yang bisa diuraikan. Menggunakan sampah dari pertanian dan peternakan adalah salah satu fokusnya.

"Menggunakan sampah sebagai sumber bahan baku alternatif adalah salah satu pendekatan terbaik unruk menciptakan masyarakat yang berkelanjutan dan bertanggung jawab pada lingkungan," ujar Yang.

sumber: sains.kompas.com

Inilah 12 Fakta Luar Biasa Dari Telur !

Pasti Anda sudah tak asing lagi dengan telur. Tapi tahukah Anda telur ternyata sangat luar biasa. Berikut selusin dari fakta tersebut.

1. Cangkang telur terbuat dari karbonasi kalsium, yang juga menjadi bahan antasida. Cangkang telur ini memiliki berat 9-12% berat telur, dan berisi pori-pori yang memungkinkan oksigen, karbon dioksida, dan uap keluar.
2. Menurut Iowa Egg Council, bahan utama putih telur adalah protein yang disebut albumen, dan juga berisi niacin (vitamin B3) , riboflavin (vitamin B2), magnesium, potassium, sodium, dan belerang. Putih telur berisi 57% protein telur.

3. Warna kuning telur ditentukan oleh makanan induk ayam.Semakin banyak pigmen kuning dan orange yang dimakan induk ayam, semakin jelas warnanya.

4. Warna lain dalam telur bervariasi dengan usia dan faktor lainnya. Menurut Egg Safety Center, putih telur yang berawan menunjukkan bahwa telur sangat segar. Putih telur jernih menunjukkan telur mulai menua, putih telur berwarna pink atau warna-warni berati telur rusak, dan telur ini tak boleh dikonsumsi.

5. Darah yang kadang terlihat dalam telur berasal dari pecahnya pembuluh darah kecil di kuning telur. Seperti dikutip dari lifelittlemysteries, hal ini tak berarti telur tak aman untuk dimakan.

6. Saat keluar, telur memiliki suhu sekitar 105 derajat Fahrenheit. Ketika dingin, cairan dalam telur berkontraksi, dan membentuk sel udara di antara dua lapisan ujung telur. Anda bisa melihat sel udara itu saat telur rebus dikupas.

7. Rata-rata induk ayam bisa menghasilkan 250-270 telur per tahun.

8. Telur putih disukai sebagian besar Amerika Serikat (AS), tapi telur cokelat lebih disukai di Inggris. Warna induk ayam mengindikasikan warna telurnya. Menurut American Egg Board, tak ada perbedaan signifikan antara warna telur.

9. Butuh waktu 24-26 jam bagi telur agar terbentuk di dalam induk ayam. Pertama, sel telur berkembang menjadi kuning di dalam ovarium. Pada ovulasi, folikel pecah, dan kuning telur dilepaskan ke dalam tabung yang disebut saluran telur. Pada perjalanannya melalui tabung ke rahim, albumen disimpan di sekitar kuning telur, dan kemudian membentuk membran di sekitar albumen. Cangkang terbentuk dalam rahim. Kemudian telur keluar, dan setelah sekitar 30 menit, proses bertelur bisa dilakukan lagi.

10. Sekitar 75 miliar telur diproduksi di AS tiap tahun, yaitu sekitar 10 % total telur dunia. Dari jumlah tersebut, 60 % digunakan untuk konsumsi, 9 % digunakan industri jasa makanan. Sisanya diproses dan digunakan untuk produk seperti mayones, marshmallow dan campuran kue. China merupakan pemasok telur terbesar, memproduksi sekitar 390 miliar telur tiap tahun, sekitar setengah pasokan dunia.

11. Kalkun juga bertelur, tapi Anda tak akan menemukan telur kalkun di toko. Kalkun butuh ruang untuk bersarang, sehingga mereka memiliki naluri keibuan kuat daripada ayam. Alhasil, mengambil telur mereka sulit dilakukan. Dinosaurus juga bertelur, dan terkadang ayah dinosaurus bertanggung jawab ‘ menduduki’ mereka, menurut penelitian edisi  jurnal Science .

12. Bahkan, analisa sarang telur dinosaurus lain membantu memecahkan teka-teki kuno. Peneliti Canada melaporkan bahwa telur ada sebelum ayam, karena dinosaurus membentuk sarang dan bertelur jauh sebelum burung (termasuk ayam) ada yang merupakan hasil evolusi dari dinosaurus, menurut penelitian di jurnal Paleontologi

sumber : berbagai sumber

Sabtu, 02 April 2011

Ilmuwan Temukan Ikan Tanpa Mata di Papua !

Ilmuwan berhasil menemukan ikan gua tanpa mata dan katak yang membawa anaknya di punggungnya. Temuan spesies baru ini ditemukan di timur Papua. Peneliti dari Institute of Research and Development (IRD) di Montpellier, Perancis selatan,

Mempelajari gua, sungai bawah tanah, dan hutan di daerah terpencil Lengguru, Papua. ”Semua temuan ini ditemukan di tempat yang sama. Daerah ini sangat sulit diakses, tapi memiliki keanekaragaman hayati yang sangat kaya,” kata ilmuwan IRD Laurent Pouyaud.

Selama tujuh minggu, tim termasuk ahli biologi, ahli paleontologi, dan arkeolog menjelajahi ‘labirin’ batu kapur yang luas di mana spesies berevolusi secara terpisah selama jutaan tahun. Dalam salah satu gua yang sebelumnya tak dikenal, mereka menemukan spesies baru ikan tanpa mata atau pigmentasi. Seperti dikutip dari Yahoo News , “Ikan ini merupakan yang pertama dalam pengetahuan kita,” kata Pouyaud. Tim arkeolog menemukan lukisan gua, dan alat-alat yang terbuat dari kulit kerang yang memberi bukti migrasi kuno dari Asia ke benua Australia sekitar 40 ribu tahun silam, katanya. Penelitian ini merupakan langkah pertama dari proyek berkelanjutan, guna mempelajari keanekaragaman hayati di kawasan ini. Proyek ini bekerja sama dengan Kementerian Kelautan Indonesia dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Keanekaragaman hayati Papua terancam oleh rencana perluasan perkebunan, dan operasi pertambangan di daerah itu, kata Pouyaud.

sumber: berbagai sumber

Ditemukan Black Hole Terbesar di Alam Semesta Saat ini !

Black hole atau lubang hitam terbesar di alam semesta telah ditemukan dengan berat 6,8 miliar kali massa Matahari.Saking besarnya, lubang tersebut konon mampu menelan Bumi beserta seluruh isi tata surya.

Dengan ukuran cakrawala sebesar itu, diperkirakan seluruh isi tata surya tidak bisa melarikan diri dari tepi ini, termasuk cahaya sekali pun. Sebagai perbandingan, besarnya bisa mencapai empat kali lipat orbit planet Neptunus. Lubang hitam itu terletak di M87. Sejauh ini, ia adalah galaksi terbesar yang terdekat dengan galaksi Bima Sakti. Jaraknya diperkirakan kurang lebih 50 juta tahun cahaya dari Bumi dan masih belum diketahui kapan 'monster' ini lahir.

Menilik ukurannya yang sangat raksasa, sejumlah ilmuwan menganggap lubang itu tercipta karena ratusan lubang hitam yang bergabung menjadi satu di masa lalu. "Ia bisa menelan sistem tata surya kita," kata Karl Gebhardt, seorang ilmuwan asal University of Texas, Austin-AS, seperti dikutip dari All Voices, Minggu 16 Januari 2011. Sebuah teleskop khusus di Hawaii digunakan oleh para ilmuwan untuk mengamati obyek yang diperkirakan memiliki berat dua kali lipat dibandingkan sebelumnya. Dengan teleskop tersebut, Gebhardt dan timnya mampu mengamati obyek luar angkasa hingga kejauhan 500 km. "Dan, lubang hitam raksasa ini adalah lubang hitam termasif dan terakurat yang pernah kami temukan," kata Astronom George Djorgovski dari California Institute of Technology di Pasadena.

sumber : artikel sain

Jumat, 01 April 2011

Terkubur 2.500 Tahun, Otak Masih Utuh

Penemuan otak pada tengkorak berusia lebih dari 2.500 tahun di Heslington Timur, Inggris, mengejutkan dunia. Para ahli organ selama ini yakin, otak merupakan bagian tubuh yang paling cepat rusak dan menjadi cairan sesudah meninggal. Penyebabnya, tingginya kandungan lemak.

"Otak Heslington" itu diteliti tim Universitas Bradford, Inggris, sejak ditemukan tahun 2008. Sonia O'Connor, pimpinan peneliti, mengatakan, otak itu berasal dari tahun 673-482 sebelum Masehi, milik pria berusia 26-45 tahun yang mati digantung atau dipenggal kepalanya.
Tak ada tanda pengawetan seperti pada mumi. Diperkirakan, otak itu segera dikubur dalam tanah basah setelah kematian. Tanah basah membuat oksigen tak bisa masuk sehingga menghindari pembusukan. Kemungkinan lain, pemilik otak punya penyakit tertentu atau ada perubahan fisiologis tubuh yang memengaruhi otak, misalnya kelaparan sebelum mati.

sumber : sains.kompas.com

Kamis, 31 Maret 2011

Sukses Membuat Sperma di Luar Tubuh

Peneliti di Yokohama City University berhasil membuat sperma tikus dan menggunakannya untuk menghasilkan keturunan. Ini merupakan sebuah perkembangan yang kelak mungkin dapat menolong pria mandul.

Sperma itu ditumbuhkan di luar tubuh tikus menggunakan jaringan berisi sel induk sperma, disebut spermagonia, yang diambil dari bayi-bayi tikus. Para ilmuwan dari Jepang tersebut lalu mengembangkan sel menjadi sperma menggunakan bahan-bahan kimia yang meniru lingkungan alami tempat mereka tumbuh.

Cairan campuran bahan-bahan kimia tersebut disebut knock out serum replacement (KSR). Formula ini digunakan untuk menjaga agar sel induk tidak berubah. Di sini, Takehiko Ogawa, profesor urologi dari Jepang, mendapati efek yang berlawanan. Ia dan rekan-rekannya mendapati spermagonia berubah menjadi sperma dewasa.

"Kami belum dapat faktor kunci yang membuat KSR bekerja seperti itu," aku Ogawa. "Ini jadi tantangan kami berikutnya. Kami akan menentukan faktor itu dan membuat media yang lebih baik untuk mengembangkan sperma berkualitas," lanjutnya.

Hasil penelitian ini membuktikan bahwa ada harapan bagi para pria mandul dan bocah lelaki yang sedang menjalani kemoterapi. "Ketika orang sedang dirawat akibat kanker, kemungkinan mereka jadi tak subur sangat besar," urai Martin Dym, profesor biokimia dari Georgetown University.

Pada pria dewasa, menurut Dym yang tidak turut dalam studio, sperma bisa dibekukan sebelum perawatan. "Pada anak-anak, kita tidak bisa melakukan itu. Namun, mereka punya sel testis. Kalau kita bisa kembangkan, mereka bisa digunakan untuk membuat pembuahan di luar rahim," Dym menjelaskan lebih lanjut.

Meski demikian, konsekuensi kesehatan pembuatan sperma di luar tubuh ini masih perlu diperhatikan. Steve Krawetz, profesor kebidanan dan ginekologi dari Wayne State University, mengatakan bahwa pembuatan sperma dari sel batang bisa menghasilkan perubahan pada DNA yang membuat sel rentan terhadap berbagai faktor lingkungan. "Perubahan itu bisa berdampak buruk dan diturunkan pada generasi berikutnya," kata Krawetz.

Walaupun demikian, Krawetz mengakui bahwa sistem ini fantastis. "Ini langkah maju yang besar," katanya.

sumber:sains.kompas.com

Bertaring Besar, tapi Vegetarian

Dilengkapi dengan senjata berupa gigi panjang yang menyeramkan, Tiarajudens eccentricus ternyata vegetarian. Tiarajudens eccentricus bukan hanya punya sepasang gigi panjang, melainkan juga gigi-gigi yang bertaburan di langit-langit mulut nenek moyang mamalia bergigi besar itu.

 Menurut peneliti, gigi tersebut secara cepat menggantikan gigi yang hilang, seperti pada hiu.

Ahli purbakala Juan Carlos Cisneros, yang menemukan fosil Tiarajudens eccentricus di Brasil mengatakan bahwa mamalia ini tampak seperti kombinasi beberapa hewan yang berbeda. "Gigi serinya seperti kuda, pas untuk memotong dan menarik tanaman. Gerahamnya untuk mengunyah, dan taringnya seperti taring pada kucing bergigi pedang," papar Cisneros.

Temuan ini mengejutkan bagi Jörg Fröbisch yang juga seorang ahli purbakala. "Kita biasanya tak akan menduga ada karnivora bertaring besar," kata Fröbisch yang tidak terlibat dalam studi.

Para peneliti menduga bahwa gigi besar tersebut dipakai untuk mengusir atau menakuti predator. Mereka juga mengungkap kemungkinan penggunaan gigi tersebut untuk berkelahi dengan sesama spesies.

sumber : sains.kompas.com

Simpan Listrik dalam Udara Cair

Sebuah perusahaan asal Inggris mengembangkan teknik menyimpan energi yang dihasilkan dari pembangkit tenaga angin dan sinar matahari. Teknik itu menggunakan udara yang tersimpan dalam bentuk cair.

Sumber energi terbarui memiliki jangka waktu karena matahari tidak selalu menerangi suatu lokasi sepanjang waktu dan angin juga tidak selalu bertiup. Akan tetapi, listrik tetap dibutuhkan pada saat tiada sinar matahari atau angin.

Untuk menjawab masalah itulah, Highview Power Storage mengembangkan sebuah cara untuk menyimpan energi yang dihasilkan oleh angin dan sinar matahari agar dapat digunakan sebagai cadangan saat kedua elemen alam tersebut sedang tidak tersedia.

Sistem Cryo Energy milik perusahaan itu menggunakan kelebihan listrik untuk menyalakan mesin pendingin udara. Mesin tersebut menurunkan temperatur udara menjadi -196 derajat celsius sehingga udara menjadi cair. Cairan itu ditampung di dalam tangki terisolasi dengan tekanan rendah.

Saat permintaan listrik tinggi, udara cair itu dilepaskan ke sebuah tempat yang temperaturnya sedikit lebih hangat daripada -196 derajat celsius sehingga berubah menjadi gas, yang digunakan untuk menggerakkan turbin yang menghasilkan listrik.

Sistem ini hanya mampu menghasilkan efisiensi sebesar 50 persen. Artinya, listrik yang dihasilkan hanya 50 persen dibandingkan listrik yang dipakai untuk sistem pendinginan. Efisiensi meningkat menjadi 70 persen ketika udara hangat digunakan. Menurut Highview Power Storage, efisiensi bisa semakin meningkat apabila sistem ini dipasang pada fasilitas yang memiliki pembuangan panas.

Sistem lain, yang dapat digunakan untuk menyimpan energi, menggunakan air. Kelebihan listrik dipakai untuk memompa air ke tempat penampungan yang posisinya tinggi. Ketika listrik dibutuhkan, air dialirkan ke bawah melewati bendungan dan memutar turbin. "Air pompaan ini lebih mahal dan tidak seportabel sistem CryoEnergy," tulis sebuah artikel di majalah Gizmag.

Cara lain untuk menyimpan energi adalah dengan baterai. Namun, biaya untuk penyimpanan itu adalah 4.000 dollar AS per kilowatt (KW). CryoEnergy hanya menelan biaya 1.000 dollar AS per KW.

Proyek CryoEnergy saat ini sudah berjalan di Skotlandia selama 9 bulan. Highview berencana membangun sistem berskala komersial dengan kapasitas 3,5 MW. Pada tahun 2014, mereka berencana membuat 8 MW sampai 10 MW.

sumber : sains.kompas.com