Kamis, 10 Maret 2011

Free Download Solution Fluid Mechanics 5th Edition

Download part2 yang ada dibawah ini, tinggalkan komentar jika file sudah rusak atau perlu file lagi yang berhubungan dengan mesin, semoga bermanfaat...

1. Download

Free Download E-Book Fluid Mechanics 6th Edition

Download part2 yang ada dibawah ini, tinggalkan komentar jika file sudah rusak atau perlu file lagi yang berhubungan dengan mesin, semoga bermanfaat...

1. Download

Free Download E-Book Engineering Mechanics Statics

Download part2 yang ada dibawah ini, tinggalkan komentar jika file sudah rusak atau perlu file lagi yang berhubungan dengan mesin, semoga bermanfaat...

1. Chapter 1
2. Chapter 2
3. Chapter 3
4. Chapter 4
5. Chapter 5
6. Chapter 6
7. Chapter 7
8. Chapter 8
9. Chapter 9
10. Chapter 10
11. Chapter 11

Selasa, 08 Maret 2011

Fungsi Kulit (Cutis) Manusia

Merawat kulit adalah suatu kewajaran yang dilakukan kebanyakan orang terutama bagi model. zaman sekarang perawatan kulit tidak hanya dilakukan oleh model, tetapi juga sudah merambah di kalangan ibu-ibu, ABG, bahkan kaum pria pun sudah mencicipi dunia perawatan kulit.

Jika ada pertanyaan, “apa sih fungsi merawat kulit menurut anda?” pasti kebanyakan akan langsung menjawabannya “agar kelihatan bersih dan tampil menarik”. Akan tetapi jika ditanya, “apa sih fungsi kulit itu?” pasti akan berpikir-pikir lebih dahulu.

Pengen tahu? Ayo temukan jawabannya di bawah ini…

Kulit berfungsi sebagai organ ekskresi karena mengandung kelenjar keringat (glandula sudorifera) yang mengeluarkan 5% sampai 10% dari seluruh sisa metabolisme. Pusat pengatur suhu pada susunan saraf pusat akan mengatur aktifitas kelenjar keringat dalam mengeluarkan keringat.

Keringat mengandung air, larutan garam, dap urea. Pengeluaran keringat yang berlebihan bagi pekerja berat menimbulkan hilangnya melanosit garam-garam mineral sehingga dapat menyebabkan kejang otot dan pingsan.

Selain berfungsi mengekskresikan keringat, kulit juga berfungsi sebagai pelindung terhadap kerusakan fisik, penyinaran, serangan kuman, penguapan, sebagai organ penerima rangsang (reseptor), serta pengatur suhu tubuh.

Kulit terdiri atas dua bagian utama yaitu: epidermis dan dermis.



gambar struktur kulit manusia

Epidermis (lapisan terluar) dibedakan lagi atas:
- stratum korneum berupa zat tanduk (sel mati) dan selalu mengelupas
- stratum lusidum
- stratum granulosum yang mengandung pigmen
- stratum germinativum ialah lapisan yang selalu membentuk sel-sel kulit ke arah luar.

Dermis
Pada bagian ini terdapat akar rambut, kelenjar minyak, pembuluh darah, serabut saraf, serta otot penegak rambut.

Kelenjar keringat akan menyerap air dan garam mineral dari kapiler darah karena letaknya yang berdekatan. Selanjutnya, air dan garam mineral ini akan dikeluarkan di permukaan kulit (pada pori) sebagai keringat. Keringat yang keluar akan menyerap panas tubuh sehingga suhu tubuh akan tetap stabil.

Dalam kondisi normal, keringat yang keluar sekitar 50 cc per jam. Jumlah ini akan berkurang atau bertambah jika ada faktor-faktor berikut suhu lingkungan yang tinggi, gangguan dalam penyerapan air pada ginjal (gagal ginjal), kelembapan udara, aktivitas tubuh yang meningkat sehingga proses metabolisme berlangsung lebih cepat untuk menghasilkan energi, gangguan emosional, dan menyempitnya pembuluh darah akibat rangsangan pada saraf simpatik.

Minggu, 06 Maret 2011

7 Nama Panggilan yang Menyebalkan (SteviLeak)

Hm… Nama merupakan sebutan untuk seseorang agar memudahkan untuk memanggilnya. Nah, terkadang nama panggilan tidak sesuai yang kita inginkan. SteviLeak akan mengungkapkan nama panggilan yang memekakkan telinga [bagi stevi].
 

Brother dan beberapa variannya
Peringkat pertama ditempati oleh panggilan Brother, stevi paling tidak suka dipanggil dengan sebutan Brother, apalagi yang manggil adalah seorang cewek, huft… menyebalkan. Oke, sebenarnya alasan utama stevi tidak suka dipanggil dengan sebutan brother adalah karena menurut stevi, brother adalah saudara laki-laki dan jika seorang cewek memanggil stevi dengan sebutan brother, berarti dia menganggap stevi sebagai saudara laki-lakinya. Oke, sejauh ini tidak masalah, tapi yang jadi masalah adalah jika stevi suka dengan seorang cewek, tapi si cewek memanggil dengan sebutan brother, udah deh… brother dalam konteks ini akan berbeda makna, bagi stevi kata brother dalam konteks ini menjadi sebuah penolakan karena sampai kapanpun saudara laki-laki tidak akan pernah menikahi saudara perempuannya.
Beberapa varian dari brother : Bro, Brader, Mas Bro, Bra dan sebagainya

Pak [Bapak]
Tempat kedua diduduki dengan panggilan Pak. Sebenarnya jika masih dalam area sekolah, tidak menjadi problema, tapi jika di luar sekolah, plis panggil mas aja deh… Panggilan pak ini, berawal dari tempat magang stevi di SMA N 1 Teras Boyolali, saat ngajar, stevi dipanggil pak. Ternyata panggilan pak ini berlanjut sampai sekarang, padahal stevi sudah tidak magang dan ngajar mereka lagi. Panggilan pak ini, nampak pada akun jejaring social stevi yang sering kedapatan dipanggil pak oleh murid-murid stevi dulu. Stevi sudah sering mengingatkan, “wah… kalo di luar sekolah jangan panggil pak dong… panggilnya mas ajah…” tapi tetap saja mereka memanggil pak… TERSERAH…!!!

Jreng
Tidak jelas pasti dari mana kata jreng ini muncul, tiba-tiba mencuat begitu saja di kelas biologi angkatan 2007 dan saya tidak tahu apa arti kata jreng ini. Sebutan “jreng” menjabur di biologi kira-kira semester 5, berawal dari seorang teman yang manggil teman lain dengan jreng, dalam hitungan menit, WOW langsung ngetren… hampir semua anak biologi manggil temannya dengan panggilan jreng. Nah… kebingungan terjadi saat salah satu manggil “jreng…!” semua anak langsung nengok ke anak yang memanggilnya… hahaha bingung ga tuh…??? Stevi ridak suka dipanggil “jreng” karena tidak jelas apa artinya… tapi setelah waktu pun bergulir, pemakaian kata jreng itupun lenyap sudah dari peredaran… hahaha syukur deh…

Steffani
Selanjutnya adalah steffani; steffani adalah nama seorang cewek dan Stevie adalah nama seorang cowok. Masa ga bisa bedain nama cowok dan nama cewek sih… panggilan steffani yang ditujukan kepada stevi bermula dari perkenalan dalam KIR di SMP N 5 SKA. Entah mengapa, setelah KIR itu, anak-anak yang ikut KIR selalu memanggil stevi dengan panggilan mas Steffani setiap bertemu dengan saya, huhft… dasar anak-anak… Ternyata, panggilan steffani kepada stevi tidak hanya milik anak SMP 5, di kampus pun ada juga yang memanggil dengan sebutan mas steffani. Anak-anak P.Kimua angkatan 2010 [sebenarnya hanya beberapa saja sih, ga semuanya kok…] juga memanggil stevi dengan sebutan mas steffani. Menurut sumber yang terpercaya, kata mereka nanggung jika hanya memanggil dengan sebutan mas stevi, sekalian aja manggil mas steffani biar agak panjang. Ah… GeJe deh…

Dek [Adek]
Stevi sangat risih jika dipanggil dengan embel-embel dek di depan nama stevi. Embel-embel dek ini, berasal dari teman-teman dan tetangga stevi yang selalu manggil stevi kecil [dulu] dengan sebutan dek… stevi kecilpun tumbuh remaja, panggilan dek pun masih melekat di jidat stevi. Saking seringnya di panggil dek, anak-anak kecil berusia jauh di bawah stevipun, ikut-ikutan manggil dengan embel-embel dek… ah, ga banget deh… coba kamu dipanggil dengan embel-embel dek di depan nama kamu oleh anak seumuran adek kamu… huhft…

Teman, Kawan dan Variannya
Hm… sebenarnya ga terlalu terganggu sih dengan kata-kata teman atu kawan ini, tapi coba dengarkan; kalo dipanggil dengan kata teman [varian] “hai, tem…” hadew… nanggung banget tuh kan… dikira ngomongin jorok nanti… hehehe. Panggilan Teman ini sering dilayangkan kepada stevi oleh teman segereja stevi yang sebenarnya adalah mantan pacar stevi. Oke, stevi tahu kalo stevi dan dia sekarang hanya temenan, jadi ga usah panggil “teman” deh… panggil saja nama stevi… Untuk kata kawan juga demikian, sebenarnya tidak masalah, tapi coba dengarkan; kalo dipanggil dengan varian dari kawan, “hai… wan…” emang nama gue bakwan??? Itu nama makanan kaliii… panggilan “kawan” ini sering diucapkan adek tingkat saya di kampus lewat pesan singkat, seringkali dia menyebut kata kawan ini… tapi overall ga masalah amat deh… tapi cukup mengganggu.

Stepong
Sebenarnya, sebutan stepong ini tidak cukup mengganggu, tapi agak geli bila didengarkan. Panggilan stepong ini bermula dari adek tingkat biologi 2009 yang bernama atin, sering saya mnggoda dan memanggilnya dengan sebutan “atun…” setelah mendengar sebutan itu, pasti atin marah-marah dengan bahasa ngapaknya, lucu deh… dari situ, dia membalas stevi dengan memanggil mas stepong. Jadi setiap stevi memanggil “atun…” si atin balas menjawab “mas stepong…” hahaha. Ternyata pabggilan stepong ini bukan Cuma atin saja yang menggunakannya, anis, teman satu tim skripsi stevi secara tiba-tiba menggunakan sebutan ini untuk memanggil stevi… hadew… ya sudah lah…

Itulah 7 nama panggilan yang memekakkan telinga stevi, besar harapan stevi [jika sudah mengetahuinya] agar tidak menggunakan nama panggilan di atas untuk memanggil stevi. Terima kasih… ^_^

My First Job – GOD is Good

21 Februari 2011
Saya mendoakan untuk pekerjaan saya di masa yang akan datang, tapi Tuhan menjawab doaku begitu cepat. Bersyukur untuk segala sesuatu yang saya alami; dan bersyukur, Tuhan boleh mengijinkan saya untuk mencicipi setetes asam dunia pekerjaan.

Mbak Rosa dan Bimbel St*** 1
Senin siang, saya mampir kos teman saya, anggita [cowok] untuk nge-print data penelitian skripsi saya, seraya beristirahat sejenak kamipun bercengkerama agak nyleneh. Tiba-tiba si biru kecil [HP saya] berteriak tanda telepun masuk, dari nomor rumah yang tidak saya kenali. Saya angkat “iya… halo” dari ujung telapun menjawab dengan suara lembut “halo, saya Rosa, dari Bimbel St*** 1, apakah ini benar nomor saudara steve?” saya terheran-heran, ada apakah ini, dan bagaimana bisa Bimbel tersebut tahu nomor saya, penasaran yang semakin besar, memaksa saya untuk kembali menjawab “iya benar, saya sendiri… ada perlu apa ya? Trus, darimana dapat nomor saya?” masih dengan nada yang sangat lembut mbak Rosa menjawab dan sedikit menerangkan “iya, saya dapat nomor saudara dari teman sekelas anda, Ika Lailatus… jadi begini, bimbel kami ingin mengajak steve untuk menjadi pengajar kami, setidaknya ngobrol-ngobrol dulu dengan manager kami. Kalau bisa, steve ke kantor kami” kemudian memberikan alamat kantornya. Saya belum bisa memberikan keputusan saat itu juga, lantas saya menjawab “oh, iya… saya pikirkan dulu ya mbak… makasih sebelumnya

Semalaman saya berpikir dan mendoakan pekerjaan ini, walaupun belum tentu diterima saya ingin mendoakannya terlebih dahulu. Saya juga menceritakannya kepada orang tua saya, mereka menyarankan agar saya datang dulu dan memberikan motivasi :


Raihlah setiap kesempatan yang ada karena kesuksesan muncul dari kesempatan sekecil apapun

Keesokan paginya, saya menuju kantor bimbel tersebut. Langsung bertemu sang manager, wawancara sebentar, diberikan beberapa pertanyaan singkat. Namun ada satu pertanyaan yang membuat saya agak bingung untuk menjawab, “kamu ga ada masalah dengan anak yang nakal, ato anak yang waktu diajar lari-larian kan?” agak lama saya berpikir, saya menjawab dengan agak ragu “tidak ada masalah”.  kemudian  langsung diberikan kelas untuk saya ajar, ”besok jumat jam 1, kamu langsung ngajar ya… bab yang kamu ajarkan adalah ekosistem [biologi]” saya tercengang setengah tidak percaya, masa segampang itu saya mendapat pekerjaan?

25 Februari 2011
Pertama ngajar, agak grogi sih… tapi jalani aja dulu. Sekitar jam satu kurang sepuluh menit, saya sudah tiba di kantor. Ternyata anak-anak yang saya ajar sudah datang semua dan tanpa basa-basi lagi saya langsung ngajar mereka.

Kevin, Benedict dan Gala
Seperti lazimnya orang yang baru pertama ketemu, kamipun saling berkenalan.

Kevin; paling besar [badannya] diantara mereka bertiga. Sedikit pendiam tapi sekali dia bertingkah, hm… ampun deh, ga bisa terkontrol. Sering keluar masuk kelas ga jelas. Tapi, saya melihat sisi bijaksana dari dia.

Benedict; si cerdas dan banyak tahu. Agak kurus, suka bicara dan sering menanggapi penjelasan dari saya, suka pamer, sering keluar negeri bersama keluarganya [entah benar atau tidak, tapi dia sering pamer dan crita sering ke Sing*pura dan Mal*ysia]. Tapi “overall” dia “smart”.

Gala; si cabi yang suka bikin onar. Paling pendek diantara mereka bertiga, tidak tahan untuk mencubit pipinya yang gembul, suka mengejek Kevin dan Ben, sering dijahilin dan agak lemot. Tapi dia memiliki kelebihan di “game”, dia adalah bibit gamer sejati.

Banyak pengajar yang mengeluhkan kenakalan mereka; pernah saya ditinggal di kelas sendirian dan saya hanya bisa “melongo”. Ternyata ada yang lebih parah dari saya, seorang pengajar dikunci di dalam kelas sendirian, hahaha dasar anak-anak usil. Tapi, saya tidak memandang mereka dari sisi kenakalannya, menurut saya anak seusia mereka memang wajar bila bertingkah seperti itu. Saya memandang dari kelebihan mereka; Kevin bila sedikit diarahkan, dia bisa membuat kedua temannya diam dan mendengarkan saya; Benedict sering memberikan info-info dan membagi pengetahuannya kepada Kevin dan Gala; dan Gala??? Saya suka mengajaknya main game setelah jam ngajar saya habis.

4 Maret 2011
Kedua kalinya ngajar, saya datang setengah jam lebih awal, kantor masih sepi dan saya bingung mau melakukan apa. Setengah jam lebih saya mengutak-atik si biru kecil sembari menunggu anak-anak saya [anak yang saya ajar]

pukul 13.00 : Merekapun tiba, bukannya langsung masuk mereka malah membeli minuman bersoda dan menyemprotkan-nyemprotkan minuman tersebut layaknya V. R*ssi yang memenangkan balapan. Dasar…

setelah bosan menjadi juara balapan, merekapun masuk kelas sambil membawa botol minuman mereka sang sudah setengah kosong karena sudah dibuat mainan. Kali ini, mereka lebih terkendali daripada minggu kemaren. Tapi, masih saja rame…

Gaji Bulanan
Setelah ngajar saya mampir ke ruang staff dan sedikit ngobrol dengan salah satu staff. Tiba-tiba sang manager datang menghampiri saya dan berkat “Stevie, sekarang gaji kamu tak kasih bulanan dan tak kasih tanggung jawab untuk meng-handle mereka bertiga. Jadi kamu juga harus bertanggung jawab dengan keramean mereka, kamu juga harus bisa mengatur mereka biar ga rame lagi. Itu saja masukan dari saya. Oke…” saya hanya meng-iya-kan sambil terheran-heran, dalam hati saya mengucap syukur. Saya tidak memikirkan seberapa besar atau seberapa kecil gaji yang saya terima, saya hanya ingin mendapatkan pengalaman untuk bekal di dunia kerja yang akan datang.

Hujan lebat
Urusan saya di kantor sudah selesai, pulang ah… baru berjalan beberapa langkah dari kantor, melihat keluar, waaaaaaaaaa… ujan deres banget, terpaksa saya harus menunggu agak reda. Sembari menunggu agak reda, saya duduk di lobi dan mengutak-atik netbook saya. Sesekali memandangi keluar, apakah hujan sudah reda atau belum…

Saya kepikiran tentang bagaimana Tuhan memberikan saya pekerjaan ini, tidak saya pikirkan, tidak saya rencanakan, dan saya tidak mencari. Tuhan menganugerahkan begitu saja tanpa syarat apapun. Saya tersadar, bahwa Tuhan adalah sosok Pribadi yang mengenal saya, lebih dari saya sendiri… dan saya percaya, bahwa setiap apapun yang diberikanNya dalam kehidupanku itu semua adalah baik. Saya mengucap syukur atas semua yang ku alami di dalam kehidupanku. Trimakasih PAPI-ku…

Skripsi, cinta dan asisten

19 Februari 2011
penelitian skripsi saya sudah berada di tengah jalan dan tinggal beberapa langkah lagi saya akan hengkang dari dunia perkuliahan dan akan mengarungi samudera pekerjaan [amin]. Walaupun kadang skripsi menjadi terasa berat, tapi dukungan dari orang-orang terdekat mampu membangkitkan asa di dalam dada.

Tradisi Wisuda
Menurut tradisi dari dulu kala, seorang mahasiswa lulus dan kemudian wisuda itu merupakan hal yang wajar. Suatu kebanggaan dan harga diri muncul bila dalam wisuda terdapat [PW] PENDAMPING WISUDA. PW ini biasanya adalah sang kekasih hati. Tak dapat dipungkiri, kebanyakan mahasiswa akhir seperti saya [jomblo] mulai melancarkan serangan gerilya demi mendapatkan seorang PW. Bukan sebuah kemunafikan; saya memang mahasiswa akhir dan jomblo, tetapi saya tidak membuat target untuk mendapatkan PW kala wisuda tiba [tapi jika sudah ada, ya kagak nolak juga sih…]. Saya mengerti benar, bahwa cinta tidak seperti mie instan yang diseduh beberapa menit saja sudah siap dinikmati. Cinta itu perlu adanya sebuah proses, dimana kita bisa mengenal doi lebih dalam lagi dan juga sebaliknya.

Pernah saya ditanya oleh teman saya, wawan [bukan nama sebenarnya] yang memang satu angkatan dengan saya, tapi beda jurusan, “gimana stev, udah dapet calon belom?” saya jawab “belom wan, gue kagak ngasih target dapet PW… kalo belom ada, ya gue mesti sabar… kalo uda ada, ya Puji Tuhan deh…” tapi dalam hati, saya berkata “nih orang nyindir ato emang pengen tahu sih? Dia sih enak, udah ada PWnya… kalo gue? Jomblo deh…” dia langsung nyahut pembicaraan saya dengan menggebu-gebu “lho, bukane sudah tradisi, kalo udah skripsi nyari PW stev? Contohnya temen kita, Ian [bukan nama lengkapnya] dulu juga nyari PW… trus, mas hendrik [kakak tingkat kita] juga nyari PW sebelum wisuda…” entah mengapa, dia tiba-tiba menghentikan kata-katanya dan kemudian diam sejenak, lalu menyelesaikan kalimatnya dengan agak lesu “eh… tapi bener juga omonganmu stev, itu bukan hal yang mutlak sih…”

Entah mengapa, tapi seperti sudah tertanam di dalam otak saya bahwa pacaran itu adalah proses pengenalan terhadap lawan jenis yang kita cintai untu menuju ke arah jenjang yang lebih serius [pernikahan]. Saya berpendapat bahwa :


ketika saya mengambil keputusan untuk pacaran [dengan cewek tentunya], maka saya bersiap untuk menikah dengan dia [love is commitment]

jadi, prinsip PW yang dianut oleh kebanyakan kalangan mahasiswa, bisa dibilang tidak berlaku untuk saya. Kalau hanya ingin pendamping wisuda saja, saya bisa mengajak adik perempuan saya dan mungkin saya akan mengajak ibu saya [I love my Family], atau juga bisa sahabat dan teman-teman saya. Saat wisuda nanti [jika] sudah ada PW, besar harapan saya bahwa PW saya nanti adalah PH [Pendamping Hidup] saya.

Cinta dan skripsi
Saya adalah tipe orang yang hanya bisa fokus dalam satu hal saja, saya sangat sulit untuk melakukan peribahasa “besar pasak daripada tiang” eh, salah… maksud saya peribahasa yang ini “sambil menyelam minum air” dan “sekali dayung, dua sampai tiga pulau terlampaui”. Saat ini, yang menjadi fokus saya adalah skripsi.

Pengalaman sudah membuktikan bahwa saya tidak bisa focus dalam dua hal, terutama jika menyangkut tentang cinta. Dahulu kala, ketika saya masih semester 3, saya menjalin dengan seorang cewek manis berkacamata yang dulunya adalah adik kelas di SMA. Karena saat itu banyak sekali aktivitas dan tugas-tugas kampus yang tidak bisa ditinggalkan, entah mengapa saat itu dia memutuskan hubungan secara sepihak dan tidak membicarakannya terlebih dahulu. Di situ saya tidak terima, dimanakah janjimu dulu yang mengatakan bahwa “Love is commitment” itu? Segala macam usaha saya tempuh agar saya tahu alasan di balik semua itu; ternyata ada seekor keong racun jantan [padahal keong itu hermaprodit] yang sudah meracuni otaknya untuk meninggalkan saya dan menjadi pasangannya.
Bagi pria, sakit hati adalah sebuah pengalaman

Ketidakterimaan saya terhadap ironi cinta berbuah pahit. Kata bram, teman sekelas saya, waktu itu saya mulai menggila. Tugas-tugas yang seharusnya saya kerjakan malah saya telantarkan; ajakan bram untuk mengambil mata kulaih semester atas, saya tolak, padahal itu adalah kesempatan saya untuk mengurangi beban sks saya; mulai saat itu saya lebih sering maen dan kadang bolos kuliah; saya mewarnai rambut saya dengan warna ungu; dan yang lebih parahnya lagi IPK saya anjlok drastis. Okey, saya mengaku memang saya salah, tapi saya tidak menyesal.

Saya tidak akan menyesal atas kesalahan yang saya perbuat di masa lalu karena dengan kesalahan itu saya bisa memperbaiki kesalahan saya dengan tidak mengulangnya kembali di masa depan.

Okey, itulah pengalaman saya… life must go on…


Sekarang saya semester 8. Oke… saya akan membuat sebuah pengakuan; rasa mencintai seorang cewek muncul di dalam hati saya, dan saya tidak bisa berbuat apa-apa kecuali menyimpan dalam hati. Alasan utama saya diam saja [bahkan saat bertemu dengan dia] dan belum ”melakukan apa-apa” adalah ketakutan saya dalam menjalin hubungan di masa yang sangat sensitif, seperti masa yang saya alami sekarang, masa akhir kuliah; skripsi. Saya tidak mau mengulang masa ke”GILA”an saya sewaktu semester 3. Lebih baik saya berkonsentrasi dahulu dengan skripsi dan masa depan saya.

Setelah skripsi saya selesai dan tinggal menunggu wisuda; mungkin saat itulah saat yang tepat dimana saya harus sudah mengungkapkan isi hati saya kepada seorang wanita, bukan maksud untuk ngejar PW, tapi saat itu adalah saat dimana saya sudah akan meninggalkan dunia perkuliahan dan mungkin saya sudah jarang bisa bertemu dengan “dia”. Diterima atau ditolak, itu sudah resiko seorang pria.

Asisten Praktikum
Dosen pembimbing skripsi saya adalah salah satu dosen pengampu Mata Kuliah Ekologi Tumbuhan, dan menurut tradisi yang berlaku, setiap mahasiswa yang dibimbing oleh Dosen itu pasti harus dan wajib menjadi asisten praktikumnya. Senang sih, mendapatkan kepercayaan dari dosen, tapi kadang saya merasakan waktu saya dipotong oleh kegiatan ekotum ini. Waktu yang seharusnya saya gunakan untuk mengolah data skripsi, malah digunakan untuk kegiatan yang notabenenya bukan kegiatan saya. Saya ceritakan keluh kesah saya kepada mami tercinta, dan beliau memberikan nasihat yang begitu “WAW” hingga saya menyadari beruntungnya diriku. Kata ibu saya :
Jika diberikan tanggung jawab oleh orang lain, harus melakukannya dengan sungguh-sungguh, walaupun sekecil apapun

Keren banget, saya sadar bahwa tidak semua orang diberikan kepercayaan menjadi asisten praktikum karena bisa dibilang bahwa praktikum ekotum ini adalah praktikum yang cukup berat. Intinya saya bersyukur diberi kepercayaan tersebut. Trimakasih mami…

Dari perkataan ibu tercinta, saya mendapat banyak pelajaran. Walau ibu hanya mengatakan satu kalimat, tetapi banyak sekali pelajaran yang disampaikan secara tersirat. Ada satu pelajaran yang paling berkesan dari semua ini :
Mengucap syukurlah atas setiap keadaan yang kamu alami