Jumat, 01 April 2011

Bra Termahal di Dunia Seharga Rp. 48 Milyar

Bagaimana kalau suatu benda dipolesi dengan ribuan berlian yang jelas harganya selangit, belum lagi batu mulia yang terkenal akan nilai jualnya yang tinggi. Adalah sebuah bra yang siap akan memecahkan rekor Bra termahal di dunia.

Perusahaan lingerie terkenal, Victoria Secret belum lama ini memamerkan bra seharga £ 3.000.000 (sekitar Rp. 48 milyar).

Bra ini “ditaburi” 3.900 batu mulia (precious gems), ribuan berlian hitam (diamond black), 117 buah berlian 1 karat dan 32 batu rubi. Ini bra atau toko perhiasan yah??


 sumber : www.astaganaga.com

Seks, Makin Lambat Makin Oke!

Usia seharusnya bukanlah penghalang bagi seseorang untuk menikmati akitivitas seksual yang nyaman dan memuaskan. Bahkan, menurut para pakar seksologi, semakin bertambah usia, kehidupan seks seseorang seharusnya semakin bertambah baik dan menyenangkan.

Penelitian yang dimuat jurnal Psychological Science pada November 2008, misalnya, membuktikan bahwa kepuasan dan kebahagiaan perkawinan seseorang akan meningkat seiring dengan mulai lepasnya anak-anak karena kemandiriannya. Para terapis seks pun setuju bahwa lepasnya anak-anak dari "sarang" cenderung membuat suami istri lebih leluasa untuk menikmati waktu yang berkualitas, termasuk dalam hal seks.

Sex therapist David Schnarch pernah membeberkan perbedaan antara genital prime dan sexual prime seseorang. Bagi kebanyakan orang, masa genital prime muncul di masa remaja dan usia 20-an ketika tubuh dalam kondisi terbaiknya. Namun, pada masa ini pikiran belum berkembang baik secara seksual.

Schnarch mengatakan bahwa sexual prime seseorang sebenarnya jauh dari apa yang dibayangkan banyak orang sebagai masa-masa seksual yang "berat dan panas", seperti saat usia sekolah. Seiring bertambahnya umur, seseorang akan mendapat manfaat dari penerimaan diri, mengenal apa yang disukainya dan tidak takut untuk meminta.

Konselor seks kenamaan dari New York Times, Ian Kerner, berpendapat, penuaan sebenarnya tidak akan memengaruhi seks seseorang, tidak seperti halnya kebiasaan tak sehat yang akan menimbulkan kerugian setelah beberapa tahun. Justru gaya hidup tidak sehat seperti terlalu banyak stres, kurang tidur, pola makan buruk, malas berolahraga, tak merawat diri, dan hubungan dengan orang lain yang bakal merusak kehidupan seksual.

Membiarkan kualitas kesehatan terus memburuk, menurut Kerner, adalah penyebab utama masalah seksual. Oleh karena itu, tidak heran jika banyak orang yang sehat pada usia 50 dan 60-an masih lebih aktif secara seksual ketimbang mereka yang berusia lebih muda.

Salah satu hal penting yang membedakan orang muda dan tua dalam hal seks, menurut Kerner, adalah seks selalu melambat seiring bertambahnya usia. Misalnya, seorang perempuan muda dapat mengalami perlendiran vagina hanya dalam beberapa detik, tetapi bagi wanita yang lebih tua butuh hingga beberapa menit untuk mengalami perlendiran.

"Hal yang sama juga berlaku pada pria dalam hal ereksinya. Penting bagi pasangan untuk menyadari bahwa memang butuh waktu yang lebih lama untuk mengalami ereksi ataupun perlendiran sehingga tidak perlu mengartikan bahwa pasangan tidak terangsang," ungkap Kerner.

Faktanya, lambat justru membawa kebaikan untuk kehidupan seks Anda. Ketika tanda-tanda rangsangan seksual tidak muncul secepat dari biasanya, hal itu memberi kesempatan lebih lama kepada pasangan untuk bermain dan saling bercengkerama di tempat tidur. Perilaku yang biasanya kita lakukan saat foreplay dapat menjadi aktivitas utama saat berhubungan seks dan memberi kesempatan pada pasangan untuk kembali mengeksplorasi satu sama lain secara seksual.

Ketika pria mengalami penuaan, kadar testosteronnya akan menurun, sedangkan hormon estrogennya akan naik. Ini berarti bahwa banyak pria berusia lanjut yang bisa lebih fokus dan menghargai sisi kelembutan dari seks.

Sebagai contoh, suami yang penasaran atau belum pernah mencoba pijatan erotis atau teknik lainnya kini dapat mencoba dan memperkenalkannya kepada pasangannya. Prinsipnya, nikmatilah apa yang bermanfaat dengan bertambahnya usia. Pria muda memang punya ereksi lebih kuat, tetapi pria lebih senior cenderung punya kendali yang lebih baik. Anda dan pasangan semakin paham dengan tubuh masing-masing, punya teknik yang sempurna, dan tidak lagi merasa terhalangi seperti di masa lalu!

sumber : health.kompas.com

Sperma Nol Ternyata Bisa Hasilkan Anak

Seorang bayi perempuan dari hasil proses pembuahan oleh sperma nol seorang ayah lahir dengan cara caesar di Melinda Hospital, Kota Bandung, Jumat (1/4/2011).

"Bayi tabung ini istimewa karena pembuahannya cukup rumit karena ayah bayi itu mengalami kelainan `sperma nol` sehingga sperma diambil dari testis," kata Direktur Melinda Hospital Susan Melinda di Bandung, Jumat.

Menurut Susan, bayi perempuan itu lahir dalam kondisi normal dengan panjang 45 sentimeter dan berat 2,5 kilogram.

"Kelahiran bayi tabung mungkin sudah tidak asing lagi, namun ini dari kasus nonsperma atau azoospermia non-obstruksi," kata Susan.

Susan enggan menyebutkan nama dan alamat orangtua bayi perempuan itu. Dia hanya menyebutkan, program bayi tabung itu dilakukan setelah selama delapan tahun pasangan itu belum juga dikaruniai anak.

Tim dokter yang menangani proses bayi tabung itu adalah Dr Susan Melinda, dr Yulius, dr Tita, dr Rini, dan dr A Rontigor Sihombing.

Susan menerangkan, proses bayi tabung dengan suami sperma nol itu dilakukan sekitar 10 bulan lalu. Karena mengalami sperma nol, maka diputuskan operasi untuk mendapatkan sperma dari testis dengan melibatkan spesialis eurologi.

"Setelah operasi diperoleh beberapa ekor sperma, kemudian dibekukan, dan selanjutnya disuntikkan ke dalam indung telur, dan akhirnya satu berhasil melakukan pembuahan," kata Susan.

Menurut dia, penyebab nol sperma karena ada sumbatan atau kelainan produksi hormon sperma.

"Proses bayi tabung dengan kasus sperma nol ini cukup rumit, tingkat keberhasilannya hanya 10 persen, dan syukur kami akhirnya bisa melakukannya hingga akhirnya bayi itu lahir pada Jumat pagi tadi," kata dokter spesialis kandungan itu.

Kelahiran bayi istimewa tersebut disambut sukacita oleh orangtua bayi perempuan itu serta seluruh tim bayi tabung Melinda Hospital yang lebih dari sembilan bulan memantau perkembangan ibu dan bayi itu.

Kelahiran bayi itu, menurut Susan, memberikan harapan kepada pasangan suami-istri yang belum memiliki momongan untuk mendapatkan anak melalui proses itu.

"Keberhasilan program bayi tabung dengan sperma nol atau azoospermia non-obstruksi itu membuktikan, meski sperma minim tetap bisa mendapatkan momongan. Diharapkan hal ini memberikan pencerahan dan semangat baru bagi pasangan suami-istri yang bermasalah dengan proses reproduksinya," katanya.

sumber : health.kompas.com

Terkubur 2.500 Tahun, Otak Masih Utuh

Penemuan otak pada tengkorak berusia lebih dari 2.500 tahun di Heslington Timur, Inggris, mengejutkan dunia. Para ahli organ selama ini yakin, otak merupakan bagian tubuh yang paling cepat rusak dan menjadi cairan sesudah meninggal. Penyebabnya, tingginya kandungan lemak.

"Otak Heslington" itu diteliti tim Universitas Bradford, Inggris, sejak ditemukan tahun 2008. Sonia O'Connor, pimpinan peneliti, mengatakan, otak itu berasal dari tahun 673-482 sebelum Masehi, milik pria berusia 26-45 tahun yang mati digantung atau dipenggal kepalanya.
Tak ada tanda pengawetan seperti pada mumi. Diperkirakan, otak itu segera dikubur dalam tanah basah setelah kematian. Tanah basah membuat oksigen tak bisa masuk sehingga menghindari pembusukan. Kemungkinan lain, pemilik otak punya penyakit tertentu atau ada perubahan fisiologis tubuh yang memengaruhi otak, misalnya kelaparan sebelum mati.

sumber : sains.kompas.com

Robot-robot Ampuh yang Melawan Radiasi

Di tengah krisis nuklir yang terjadi di Jepang, robot-robot ampuh berunjuk gigi dan siap melawan radiasi. Beberapa robot didatangkan khusus dari Australia, Amerika Serikat, dan Perancis guna mengatasi permasalahan terkait reaktor di Fukushima.

Mau tahu apa saja robot-robot itu? Ini dia daftarnya:
1. Monirobo (Monitoring Robot)

Monirobo didesain untuk bekerja di lingkungan dengan level radiasi yang terlalu tinggi bagi manusia. Robot seberat 600 kg ini memiliki lengan manipulator untuk menyingkirkan rintangan dan mengambil sampel. Selain itu, robot ini juga dilengkapi detektor radiasi, kamera 3 dimensi, serta sensor temperatur dan kelembaban.

Robot setinggi 1,5 meter ini dikembangkan oleh Pusat Keselamatan Teknologi Nuklir Jepang dan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang setelah peristiwa kecelakaan nuklir Tokaimura pada tahun 1999. Mampu bergerak dengan kecepatan 2,4 km/jam, robot ini memiliki pelindung anti-radiasi yang diperlukan untuk melindungi sensor dan peralatan elektronik yang dimilikinya.

2. Rainbow 5

Robot ini merupakan robot pertama produksi Tokyo Fire Department. Diperkenalkan pada tahun 1986, robot ini sebenarnya merupakan robot penyemprot air dan digunakan saat situasi kebakaran terlalu berbahaya bagi manusia. Robot ini membantu menyemprotkan air dengan selang sepanjang 800 meter langsung ke kolam bahan bakar bekas di reaktor nomor 3 selama 13 jam.

3. 510 Packbots dan 710 Warriors

Kedua robot tersebut dikembangkan oleh iRobot Corporation of Bedford di Massachusetts. Robot ini bisa bergerak lebih lincah daripada Monirobo. Keduanya mampu menaiki tangga, bahkan Warrior mampu menarik selang. Kelemahan dua robot tersebut adalah tak memiliki lapisan pelindung radiasi.

4. ERASE, EROS, dan ERELT

ERASE, EROS, dan ERELT adalah robot-robot yang dikembangkan oleh INTRA (Groupe d'INTervention Robotique sur Accidents). Ketiga robot tersebut khusus dirancang untuk mengatasi kecelakaan nuklir. ERASE memiliki berat 6 ton dan memiliki manipulator hidraulis yang kuat. Adapun EROS dikhususkan untuk operasi di dalam ruangan. Sementara itu, ERELT merupakan robot radio relay yang bisa dikontrol dari jarak beberapa kilometer. Pengiriman robot ini dibatalkan karena Jepang mengatakan belum memerlukannya.

sumber :sains.kompas.com

Ayam Bisa Berganti Kelamin

Siapa bilang pergantian kelamin hanya bisa terjadi pada manusia? Ayam milik pasangan suami istri Jim dan Jeanette Howard yang berasal dari Huntington, Inggris mengalami pergantian kelamin dari betina ke jantan.

Ayam piaraan bernama Gertie itu mulai mondar-mandir di halaman rumah dan berkokok layaknya pejantan. Beberapa minggu kemudian, karakter pejantan mulai tumbuh, seperti pial di dagu, jengger di kepala, serta bulu coklat gelap khas pejantan.

Jim Howard mengatakan pada Cambridge News, "Saya tahu ini kedengarannya aneh, tapi saya bisa memastikan ini semua benar. Orang pikir ini hal yang konyol, tapi ternyata ini adalah benar adanya."

Publikasi Institut Ilmu Pangan dan Pertanian Universitas Florida tahun 2000 menyatakan, "Perubahan kelamin nyatanya terjadi, meski tak begitu sering. Namun hingga sekarang, belum dijumpai perubahan dari jantan ke betina."

Perubahan kelamin ini bisa dijelaskan dari perkembangan biologis ayam. Pada masa embrionik, terdapat bakal kelamin jantan dan betina. Sekali gen betina dominan, maka ovarium akan berkembang.

Tapi tak seperti manusia, ovarium ayam hanya berkembang di pinggang kiri saja. Sementara, bakal kelamin di pinggang kanan akan mengalami dormansi, tak berkembang menjadi jantan maupun betina. Bagian yang mengalami dormansi disebut ovotestis.

Dalam kondisi tertentu seperti adanya kista, tumor ataupun penyakit kelenjar anak ginjal, ovarium ayam bisa mengalami degenerasi. Saat itulah, ovotestis mungkin tumbuh menjadi organ kelamin jantan.

"Jika bakal kelamin di sebelah kanan berkembang jadi testis, maka akan mensekresikan androgen," kata Mike Hulet, profesor ilmu peternakan di Pennsylvania State University. Androgen adalah hormon yang bertanggung jawab terhadap karakteristik jantan.

"Produksi androgen inilah yang akan menyebabkan perubahan perilaku pada betina dan membuatnya bertingkah layaknya pejantan," ucap Hulet seperti dikutip Life's Little Mysteries kemarin (31/3/2011).

Namun, ayam tak akan sepenuhnya menjadi jantan. Meski tampak jantan, secara genetik ayam seperti Gertier tetap betina. Jadi, meski tak akan mampu bertelur lagi, ayam yang berganti kelamin juga takkan mampu membuahi betina lain. Akibat pergantian kelamin, Gerte kini berganti nama menjadi Bertie.

sumber :life little mystieries

Ganggang Mikro Bersihkan Limbah Nuklir

Closterium moniliferum, salah satu jenis ganggang mikro yang hidup di air tawar, memiliki potensi untuk membersihkan limbah nuklir yang larut dalam air. Potensi tersebut dipaparkan oleh ilmuwan Northwestern University di Evanston Illinois, Minna Krejci, dalam acara American Chemical Society di Anaheim, California.

 Menurut Krejci, alga tersebut mampu membersihkan limbah Strontium-90, salah satu limbah nuklir paling berbahaya dan memiliki waktu paruh 30 tahun. Closterium moniliferum akan menyaring Strontium-90 dari air, mengakumulasi dalam bagian sel-nya yang disebut vakuola dan mengendapkannya dalam bentuk kristal.

Ada sekian tantangan untuk mewujudkan potensi itu. Pertama, limbah reaktor nuklir maupun material radioaktif yang tak sengaja keluar lebih kaya akan kalsium daripada strontium. Ini mempersulit akumulasi strobnsium ke sel alga tanpa harus mengakumulasikan klasiumnya. "Kita butuh metode pemilihan yang sangat selektif dan efisien," kata Krejci.

Kedua, sebenarnya alga ini lebih "cinta" pada Barium sehingga cenderung mengambil unsur tersebut daripada strontium. Tapi, karena strontium memiliki ukuran dan karakteristik antara barium dan kalsium, maka nantinya strontium juga akan terambil. Sementara, kalsium yang memiliki sifat lebih jauh dari unsur tersebut akan tertinggal atau tak terakumulasi.

Kini Kreijci sedang berupaya untuk mengetahui pembentukan kristal dan akumulasi strontium yang lebih selektif. Sejauh ini, telah diketahui bahwa alga tak pernah sengaja membawa strontium ke dalam sel. Kristal terbentuk karena tingginya konsentrasi sulfat dalam vakuola, menyebabkan barium dan strontium dengan kelarutannya yang rendah cepat mengendap.

Untuk mengoptimalkan akumulasi strontium, Kerijci punya beberapa alternatif. Limbah reaktor nuklir atau material radioaktif yang tak sengaja keluar bisa diperkaya dengan barium sehingga memacu alga untuk mengambil strontium pula. Menurut Kreijci, ini bukanlah hal sulit sebab hanya sedikit saja barium yang dibutuhkan.

Kemungkinan lain adalah merekayasa konsentrasi sulfat di lingkungan alga tumbuh sehingga akan mempengaruhi perubahan konsentrasi sulfat di dalam vakuola. "Sekali kita mengetahui bagaimana sel merespon kondisi ini, kita bisa berpikir dengan lebih elegan tentang cara memanipulasinya," papar Kreijci yang memublikasikan idenya di Jurnal Nature.

Hingga kini Kreijci belum mengetes ketahanan Closterium moniliferum di lingkungan radioaktif. Tapi, meski ketahanannya rendah, alga pasti bisa mengakumulasi strontium sebab prosesnya cuma memakan waktu singkat. "Hanya 30 menit hingga 1 jam untuk mengendapkan kristal. Jika tambahan dibutuhkan, mereka mudah untuk dikulturkan," kata Kreijci.

Gija Geme, ahli kimia dari University of Central Missouri mengatakan, "ini adalah hot topics." Menurutnya, kajian Krejci tentang pengakumulasian logam sangat signifikan dampaknya bagi lingkungan. Ia meminta Kreijci untuk tak terlalu lama meneliti mengapa alga mengakumulasi unsur tersebut sebelum mengetesnya langsung dalam membersihkan limbah radioaktif.

sumber : nature